Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
No comment yet

Whatever, whenever, whoever, wherever jangan tinggalkan shalat


Whatever, whenever, whoever, wherever
jangan tinggalkan shalat

Sanksi Meninggalkan Shalat

Rasulullah SAW. bersabda, "Barangsiapa menjaga shalat, niscaya di muliakan oleh Allah dengan lima kemuliaan" :
1. Allah menghilangkan kesempitan hidupnya
2. Allah hilangkan siksa kubur darinya
3. Allah akan memberikan buku catatan amalnya dengan tangan kananNya
4. Dia akan melewati jembatan (Shirat) bagaikan kilat
5. Akan masuk syurga tanpa hisab

Dan barangsiapa yang menyepelekan shalat, niscaya Allah akan mengazabnya dengan lima belas siksaan
, enam siksa di dunia, tiga siksaan ketika mati, tiga siksaan ketika masuk liang kubur dan tiga siksaan ketika bertemu dengan Tuhannya (akhirat).

Adapun siksa di dunia adalah :
1. Dicabut keberkahan umurnya
2. Dihapus tanda orang saleh dari wajahnya
3. Setiap amal yang dikerjakan, tidak diberi pahala oleh Allah
4. Tidak diterima do'anya
5. Tidak termasuk bagian dari do'anya orang-orang saleh
6. Keluar ruhnya (mati) tanpa membawa iman

Adapun siksa ketika akan mati :
1. Mati dalam keadaan hina
2. Mati dalam keadaan lapar
3. Mati dalam keadaan haus, yang seandainya diberikan semua air laut tidak akan menghilangkan rasa hausnya

Adapun siksa kubur :
1. Allah menyempitkan liang kuburnya sehingga bersilang tulang rusuknya
2. Tubuhnya dipanggang di atas bara api siang dan malam
3. Dalam kuburnya terdapat ular yang bernama Suja'ul Aqro' yang akan menerkamnya karena menyia-nyiakan shalat. Ular itu akan menyiksanya, yang lamanya sesuai dengan waktu shalat

Adapun siksa yang menimpanya waktu bertemu dengan Tuhan:

1. Apabila langit telah terbuka, maka malaikat datang kepadanya dengan membawa rantai. Panjang rantai tsb. tujuh hasta. Rantai itu digantungkan ke leher orang tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya. Lalu malaikat mengumumkan : 'Ini adalah balasan orang yang menyepelekan perintah Allah'. Ibnu Abbas r.a berkata, 'seandainya lingkaran rantai itu jatuh ke bumi pasti dapat membakar bumi'.
2. Allah tidak memandangnya dengan pandangan kasih sayang-Nya Allah tidak mensucikannya dan baginya siksa yang pedih.
3. Menjadi hitam pada hari kiamat wajah orang yang meninggalkan shalat, dan sesungguhnya dalam neraka Jahannam terdapat jurang yang disebut "Lam-lam". Di dalamnya terdapat banyak ular, setiap ular itu sebesar leher unta, panjangnya sepanjang perjalanan sebulan. Ular itu menyengat orang yang meninggalkan shalat sampai mendidih bisanya dalam tubuh orang itu selama tujuh puluh tahun kemudian membusuk dagingnya.


Sumber: Risalah As Sayyid Ahmad Dahlan Hafidz Al Mundziri, terjemah kitab At Targhiib wat Tarhiib, hal 32
Read more »
No comment yet

Ketidakberdayaan



“ WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIR”
-Dan Dia (Allah) atas segala sesuatu kuasa-
Dari 99 Asmaul Husna, ada nama-nama seperti Al-Qohhar Dzat Yang Maha Memaksa, Al-Mudzil Dzat Yang Maha Menghinakan, Al-Mumiit Dzat Yang Maha Mematikan yang menunjukkan betapa tidak berdayanya manusia.
Ketidakberdayaan digambarkan dengan sebuah puisi seorang teman kita berusia 13 tahun siswi Pesantren Al-Kamal, Jakarta Barat, yang terkena penyakit ganas mematikan, menjelang ajal menjemput:
Tuhan
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini
Tuhan
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada hal yang sama terjadi padaku, terjadi pada siapapun
Tuhan
Bolehkan aku menulis surat kecil untuk-mu
Tuhan
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untukmu
Biarkan aku tetap melihat bulan dan bintang
Tuhan
Bolehkah aku
Hidup untuk waktu yang lama
Tuhan
Bolehkah aku
Tersenyum untuk waktu yang lebih lama agar tidak ada lagi air mata dalam hidupku
Tuhan
Bolehkah aku menjadi dewasa seperti burung yang terbang sebebasnya dilangit
Tuhan
Bolehkah engkau tidak pisahkan aku dari ayah dan teman-teman yang aku sayangi
Tuhan
Surat kecilku ini
Adalah permintaan terakhirku
Andai aku bisa kembali
Gita Sesa Wanda Cantika
19/06/91-25/12/06
Puisinya didengar, tetapi allah menghendaki lain. Pergilah dengan damai, Keke.
Maka bagi siapa saja yang saat sedang mendapat cobaan yang luar biasa beratnya, bersabarlah.
Dari yang awalnya sehat, sekarang sakit-sesakitnya, dari yang awalnya kaya, sekarang menjadi miskin semiskinnya, dari yang awalnya mulia menjadi hina-sehinanya, dari yang awalnya pangkat, sekarang menjadi rendah-serendahnya, dst.
Allah Dzat Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang palin penting di atas yang paling penting.
Jadi mau sombong-takabur seperti apalagi kalau ternyata manusia ini penuh ketidakberdayaan? Fa aina tadzhabuun? Hendak kemana engkau pergi?
Read more »